09/19/18 - PasBlogger

2018-09-19

Cara Riset Keyword di Google: Analisa Tingkat Persaingan Keyword Google

Cara Riset Keyword di Google

Cara Riset Keyword di Google: Analisa Tingkat Persaingan Keyword Google


Apakah anda ingin artikel, blog, atau website anda berada di peringkat atas hasil penelusuran Google? Ya, kita semua menginginkan itu, karena jika itu terjadi maka akan banyak sekali traffic organik ke blog atau website anda yang datang dari mesin pencari Google! Namun, itu bukanlah sebuah tugas yang mudah. Apalagi jika blog atau website anda masih terbilang baru.

Begitu banyak variabel yang terlibat. Salah satunya, adalah tingkat persaingan jumlah konten, blog, website dan halaman-halaman web yang memiliki keyword (kata kunci) yang sama seperti blog milik anda. Dengan kata lain, semakin banyak halaman yang menargetkan frasa keyword yang sama, maka akan semakin sulit bagi artikel anda untuk muncul di halaman pertama hasil penelusuran Google.

Oleh karena itu, melakukan riset dan menganalisa tingkat persaingan keyword di Google secara komprehensif menjadi salah satu syarat utama untuk keberhasilan anda menempatkan artikel di halaman pertama hasil pencarian Google. Sayangnya, alat riset keyword yang benar-benar berkualitas di luar sana relatif mahal bagi mereka yang baru memulai bisnis online atau baru saja 'terperosok' ke dunia blogging.

Nah, dalam artikel kali ini kita akan mempelajari cara riset keyword di Google dengan menggunakan Kotak Pencarian Google dan melakukan analisa serta mengetahui seberapa populer pencarian sebuah kata kunci atau frasa dengan memanfaatkan Google Keyword Planner.


Riset dan Analisa Tingkat Persaingan Keyword via Kotak Pencarian Google

Ketika anda mencari sesuatu di Google, mesin pencari Google tidak mampu menampilkan semua hasil dalam satu halaman. Karena jika Google menampilkan semua hasil penelusuran dalam satu halaman, tentu ini akan menjadi pengalaman yang buruk bagi pengguna mesin pencari Google. Kebanyakan pengguna Google termasuk anda dan saya, terkadang hanya melihat hasil penelusuran yang tampil di halaman pertama saja dan mengabaikan sisanya, kecuali jika kita tidak menemukan hasil pencarian yang tepat.

Maka, biasanya pengguna Google akan memeriksa halaman berikutnya atau memperbaiki istilah (keyword / kata kunci) pencarian. Karena saya cukup yakin anda tidak akan membaca semua 1.407.038 hasil yang tersedia, misalnya!

Itulah sebabnya hampir semua Webmaster mempelajari SEO (Search Engine Optimization) agar bisa bersaing untuk berada di peringkat pertama halaman hasil pencarian mesin pencari (SERP). Jika tidak, maka halaman mereka akan terkubur dan tidak ada yang akan menemukannya.

Tunggu dulu, apa itu SERPSearch Engine Results Pages atau yang biasa disingkat dengan istilah SERP adalah halaman yang ditampilkan oleh mesin pencari sebagai jawaban atas permintaan kata kunci (keyword) atau frasa yang diketik oleh pengguna mesin pencari di kotak penelusuran.

Komponen utama SERP adalah daftar hasil berupa konten (artikel, video, gambar dll) yang disajikan oleh mesin pencari sebagai tanggapan atas permintaan kata kunci, meskipun halaman-halamannya mungkin juga mengandung hasil lain seperti iklan dan beberapa konten yang kurang relevan.

Google menghadapi tantangan besar, yaitu harus memutuskan halaman mana yang lebih relevan bagi pengguna. Jika Google menampilkan konten sampah ke pengguna mereka, maka cepat atau lambat tidak ada orang yang akan menggunakan Google lagi. Google telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam memilah konten. Sehingga hanya menampilkan konten yang paling relevan dan benar-benar berkualitas saja yang dipersilakan untuk menempati singgasana teratas di SERP.

Meskipun setiap Blogger atau Webmaster menginginkan konten atau artikelnya berada di halaman pertama SERP, tapi saya pikir Algoritme Google sudah berlaku sangat adil bahwa hanya konten yang lebih baik, lebih relevan dan berkualitas yang lebih layak berada di peringkat pertama SERP.

Mari kita lihat apa yang terjadi ketika kita melakukan pencarian Google. Kita akan memilih frasa kata kunci yang berhubungan dengan topik yang sedang kita bahas ini: "cara riset keyword di google". Kita akan memasukkan frasa tersebut di kotak telusur atau kotak pencarian Google untuk melihat hasilnya.

Perhatikan bahwa saya mengetik frasa ini dengan tanda kutip. Tujuannya adalah agar mesin pencari Google hanya menampilkan hasil yang lebih spesifik terkait frasa tersebut. Karena disini, kita hanya akan mencari halaman web yang benar-benar mengandung frasa yang tepat sesuai dengan frasa yang kita ketik. Dan alhasil di bagian bawah kotak pencarian Google, di sana kita menemukan informasi seperti yang tampak pada gambar berikut ini:

Cara Riset Keyword di Google (Gambar 1)

Hasil yang disajikan oleh mesin pencari Google dengan frasa tersebut adalah sekitar 2.340 hasil (0,29 detik). Namun untuk mengetahui apakah benar bahwa ada 2.340 halaman yang berisi konten yang relevan, maka kita harus melakukan evaluasi untuk hasil pencarian tersebut. Perlu kita ketahui, 2340 hasil hanyalah merupakan perkiraan. Jadi, belum tentu ke 2340 halaman tersebut adalah konten yang memang relevan dengan keyword atau frasa "cara riset keyword di google".

Cara Riset Keyword di Google (Gambar 2)Di halaman pertama hasil pencarian, biasanya pengaturan default mesin pencari Google hanya menampilkan 10 konten hasil pencarian termasuk didalamnya konten artikel, video, gambar dan lain-lain. (Perhatikan gambar di sebelah kiri)

Sedangkan di bagian bawah halaman pertama hasil pencarian, Google akan menampilkan frasa penelusuran terkait (related keyword) dan deretan nomor halaman dari 1 sampai 10. Ini masih harus kita evaluasi dengan cara klik hasil halaman nomor 10.

Dan ternyata setelah kita klik halaman nomor 10, hasilnya adalah kita mendapatkan pemberitahuan hasil yang difilter dari Google.

Pemberitahuan tentang Hasil yang Difilter:
Penelusuran Anda - "cara riset keyword di google" - tidak cocok dengan dokumen apa pun.
Saran:
  • Pastikan semua kata dieja dengan benar.
  • Coba kata kunci yang lain.
  • Coba kata kunci yang lebih umum.

Untuk menunjukkan hasil yang paling relevan untuk Anda, kami mengabaikan beberapa entri yang sangat serupa dengan 90 yang sudah ditampilkan.Jika mau, Anda dapat mengulangi penelusuran dengan menyertakan hasil yang diabaikan.

Cara Riset Keyword di Google (Gambar 3)


Kita dapat melakukan konfirmasi Pemberitahuan tentang Hasil yang Difilter ini dengan membuka halaman terakhir dan saat saya membuat artikel ini, halaman terakhir adalah nomor 6 (setiap saat hasil pencarian dapat berubah). Setelah kita klik, sekarang kita dapat melihat informasi yang muncul dibagian atas halaman (dibawah kotak pencarian) seperti yang tampak pada gambar berikut ini:


Cara Riset Keyword di Google (Gambar 4)


Dan lihat apa yang terjadi di bagian atas halaman di bawah kotak pencarian. Google Search hanya menampilkan 6 halaman dari sekitar 55 hasil yang teridentifikasi sebagai konten-konten yang relevan.

Seperti yang anda lihat hanya ada 55 hasil konten yang paling relevan. Namun, ini tidak berarti akan menjadi mudah untuk menulis artikel terkait frasa "cara riset keyword di google" dan menempatkan artikel tersebut untuk berada di peringkat pertama SERP.

Karena jika kita ketik frasa keyword tersebut tanpa tanda kutip, maka akan ada banyak halaman yang bersaing untuk kata kunci khusus ini. Ada sekitar 278.000 hasil (0,56 detik) yang terindeks oleh mesin pencari Google.

Cara Riset Keyword di Google (Gambar 5)


Tentu saja ini membuktikan bahwa ada lebih dari sekitar 250.000-an konten atau artikel yang terkait dengan frasa ini. Namun, seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa Google hanya akan "menyediakan singgasana peringkat atas SERP" bagi konten yang benar-benar berkualitas dan paling relevan. Google sangat mementingkan pengalaman pengguna (user experience). Ini menjadi patokan dasar dan menjadi bagian penting dari proses SEO. Dan tentu saja hal ini menjadikan sebuah motivasi bagi setiap Content writer untuk menulis artikel yang memang benar-benar bermanfaat bagi pengguna yang mencari informasi melalui mesin pencari Google.


Google Keyword Planner

Dengan melakukan analisa dan evaluasi riset keyword menggunakan Google Keyword Planner, kita dapat mengetahui seberapa populer sebuah kata kunci atau frasa dicari oleh pengguna Google. Dalam metode ini, merupakan proses akhir sebelum kita mempublikasikan sebuah artikel di blog atau website.

Sepengetahuan saya, telah banyak dari ahli dan pakar SEO di Indonesia yang memanfaatkan alat perencana kata kunci gratis milik Google ini. Apalagi bagi kita yang masih newbie! Tentu ini akan sangat membantu kita dalam membuat atau menulis artikel yang SEO friendly.

Cara Menggunakan Google Keyword Planner
  1. Login ke akun Google Ads
  2. Di sudut kanan atas, klik ikon fitur (logo obeng) , lalu di bagian "Perencanaan", klik Keyword Planner. 
  3. Ketik atau tempelkan 1 atau beberapa dari hal berikut ini dalam kotak penelusuran "Temukan kata kunci baru", lalu tekan "Enter" di keyboard sesudahnya:
  4. Kata atau frasa yang menggambarkan apa yang Anda iklankan.
    • URL halaman atau keseluruhan situs yang berhubungan dengan bisnis Anda.
    • Klik Mulai. 
  5. Tinjau kata kunci Anda di halaman ide kata kunci.
  6. Pilih Pemirsa target / Lokasi Indonesia
  7. Pilih Jaringan Penelusuran (jangan centang Google Display Network)
Dalam hal ini, tujuan kita bukan untuk beriklan di Google Ads. Dan kata atau frasa yang akan kita analisa adalah "cara riset keyword di google". Ketik saja beberapa keyword terkait frasa tersebut. Untuk lebih jelasnya silakan tonton video Tutorial Google Keyword Planner dan gambar dibawah ini:
Cara Riset Keyword Menggunakan Google Keyword Planner

Angka-angka pencarian terkait frasa diatas relatif tampak terlalu rendah. Mungkin bagi beberapa pegiat SEO yang sudah expert, mereka tidak begitu peduli pada kata kunci dengan traffic rendah. Tapi coba pikirkan, bagi seorang pemula lebih baik berada di peringkat pertama pada beberapa kata kunci daripada tidak memiliki traffic sama sekali. Untuk sebuah proses pembelajaran, tentu saja anda harus mencoba menargetkan banyak frasa yang memiliki tingkat persaingan rendah.

Ditahap awal, ini adalah cara terbaik untuk mencapai kesuksesan dalam menerapkan strategi internet marketing. Ingat, bahwa beberapa kesuksesan kecil akan membuat anda termotivasi untuk melakukan hal yang lebih besar. Frustrasi dan kegagalan di tahap awal, justru ketika anda memaksakan diri untuk melakukan hal besar tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang memadai. Kedepannya, ketika anda sudah expert, maka anda dapat memilih kata kunci yang lebih sulit.

Sampai disini kita telah belajar bagaimana menggunakan pencarian Google untuk menganalisa tingkat persaingan kata kunci. Saran terbaik saya adalah (jika anda seorang pemula) jangan terlalu memaksakan diri untuk membidik keyword dengan tingkat persaingan yang tinggi.


Kesimpulan

Memulai dengan kata kunci dengan pencarian bulanan rendah menjadi pilihan tepat untuk menjajal kemampuan SEO anda. Dan kedepannya, anda selalu dapat mencoba banyak kata kunci yang lebih menantang setelah anda menguasai dasar-dasarnya. Saya harap anda menikmati artikel ini. Dan karena keterbatasan pemahaman saya, silakan tambahkan di kolom komentar. Terima kasih.